FROM MALADMINISTRATION TO OFFICIAL MISCONDUCT: DEFINING THE BOUNDARIES OF CRIMINAL LIABILITY OF TAX OFFICIALS IN TAX ADMINISTRATION

  • Fredy Lolong Faculty of Law Satya Wacana Christian University, Salatiga, Indonesia
  • Thyrone Jehuda Mandagi Faculty of Law Satya Wacana Christian University, Salatiga, Indonesia
  • Mardian Putra Frans Faculty of Law Satya Wacana Christian University, Salatiga, Indonesia
Keywords: abuse of authority, criminal liability, maladministration, tax officials, tax corruption

Abstract

Tax administration gives tax officials extensive public authority in supervision, audit, assessment, collection, and tax crime investigation. This authority creates several risks of abuse when fiscal power is exercised without a clear boundary between administrative law and criminal law. This article aims to find when does maladministration by tax officials remains an administrative violation and when it becomes a criminal act. By  utilizing the normative juridical research, with statutory, conceptual, and case approaches this. The findings indicate that maladministration is not an independent criminal offense. Administrative errors, procedural defects, negligence, or differences in tax interpretation should primarily be resolved through administrative correction, objection, appeal, administrative supervision, or disciplinary mechanism. However, maladministration enters the criminal law domain when the concrete conduct of tax officials fulfills the elements of a specific offense, such as bribery, extortion, gratification, document falsification, unlawful disclosure of taxpayer data, or abuse of authority causing state financial loss. This article offers operational parameters to distinguish administrative fault from criminal conduct: actus reus, mens rea, abuse of authority, unlawful benefit, coercive pressure against taxpayers, legally relevant loss, and the role of superiors or institutional tolerance. The article concludes that administrative law should operate as an initial filter against overcriminalization, but it must not become a shield for corrupt abuse of fiscal authority.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abhinaya, D. N., & Jennifer, C. (2023). Peran hukum administrasi negara untuk mencegah korupsi di Indonesia. Gorontalo Law Review, 6(1), 149-154.
Adisti, N. A. (2023). Kebijakan formulasi penggunaan sanksi pidana dalam hukum administrasi. Jurnal Kepastian Hukum dan Keadilan, 5(1), 28-41.
Agung, S. M., Bachri, S., & Ruslan, A. (2022). Execution of tax delinquent assets against mortgage rights at state-owned enterprise banks. Awang Long Law Review, 5(1), 267-277.
Balya, H., & Mubdi, U. (2018). Konstitusionalitas pengaturan tindak pidana administrasi dalam undang-undang. Tafaqquh: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal as Syahsiyah, 57-86.
Bimasakti, M. A. (2018). Onrechtmatig overheidsdaad oleh pemerintah dari sudut pandang Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Jurnal Hukum Peratun, 1(2), 265-286.
Fazry, M. (2023). Persinggungan hukum administrasi negara dengan hukum pidana dalam penyelesaian perkara korupsi. SCIENTIA: Journal of Multi Disciplinary Sciences, 2(1), 28-42.
Fitrah, F. A., Takariawan, A., & Muttaqin, Z. (2021). Kedudukan penyidik pegawai negeri sipil Direktorat Jenderal Pajak dalam kerangka penegakan hukum pidana perpajakan di Indonesia. SIGn Jurnal Hukum, 3(1), 1-25.
Guslan, O. F. (2018). Tinjauan yuridis mengenai batasan antara perbuatan maladministrasi dengan tindak pidana korupsi. Jurnal Cendekia Hukum, 4(1), 9-25.
Hapsari, A. F., Taqwa, N. S., & Gusthomi, M. I. (2024). Analisis penyalahgunaan wewenang oleh pejabat publik dalam perspektif hukum administrasi dan tindak pidana korupsi. Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu, 8(12), 6-17.
Hartati, W., Wijaya, S. A., & Bahri, S. Y. (2024). Pertanggungjawaban hukum pejabat administrasi negara terhadap Keputusan Tata Usaha Negara yang dibatalkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara. Parlementer, 1(4), 193-200.
Hayati, M. (2021). Maladministrasi dalam tindakan pemerintah. Jurnal WASAKA HUKUM, 9(1), 112-150.
Hulu, S., & Pujiyono. (2018). Pertanggungjawaban pidana atas tindakan diskresi pejabat pemerintahan yang berindikasi adanya penyalahgunaan wewenang. Masalah-Masalah Hukum, 47(2), 167-175.
Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Indonesia. (2001). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia.
Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
Indonesia. (2021). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
Irmayanti, I. G. A. K. W., & Yasa, I. N. P. (2024). Analisis dampak kasus korupsi pejabat pajak terhadap kepercayaan masyarakat dan keadilan perpajakan. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika, 14(3), 451-458.
Juliani, H. (2020). Pertanggungjawaban pejabat pemerintahan sebagai akibat penyalahgunaan wewenang yang menimbulkan kerugian negara. Administrative Law & Governance Journal, 3(1), 54-70.
Komisi Pemberantasan Korupsi. (n.d.). Dugaan pemberian hadiah atau janji pada penyelenggara negara atau yang mewakilinya untuk pemeriksaan perpajakan tahun 2016-2017 pada Direktorat Jenderal Pajak. https://kpk.go.id/publikasi-data/penanganan-perkara/dugaan-pemberian-hadiah-atau-janji-pada-penyelenggara-negara-atau-yang-mewakilinya-untuk-pemeriksaan-perpajakan-tahun-2016-2017-pada-direktorat-jenderal-pajak
Latif, A. (2010). Tafsir hakim terhadap unsur melawan hukum pasca Putusan MK atas pengujian UU PTPK. Jurnal Konstitusi, 7(3), 49-70.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2016). Putusan Nomor 25/PUU-XIV/2016.
Muhasan, I. (2020). Albertina Ho, Gayus Tambunan dan PPN Pasal 16D. Jurnal Pajak Indonesia, 4(1), 29-33.
Pramudya, A. H. P., Wibisono, A., & Mustafa, M. (2022). Self assessment dalam hukum pajak. Jurnal Sosial dan Sains, 2(2), 361-374.
Putranti, E. C., & Palupi, S. M. (2025). Kepatuhan pajak: Persepsi ilusi menyaksikan fenomena keserakahan pejabat pajak Indonesia. Jurnal PETA, 10(2), 198-208.
Rohmawati, W., Rahayu, W., Siburian, R. M., Sukmawati, D. R., & Chandra, R. (2024). Tindak pidana korupsi dalam perspektif hukum administrasi negara. Journal of Law, Education, and Business, 2(1), 1230-1249.
Sari, N. A. R., & Andraini, F. (2023). Efforts to collect tax with a private letter in increasing tax revenue. Faculty of Law and Language, Universitas Stikubank, 192-200.
Sibarani, S. Y., Ediwarman, Syahrin, A., & Marlina. (2024). Penerapan primum remedium dalam tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pimpinan Divisi Tresuri PT Bank Sumut. Jurnal Media Akademik, 2(3), 1-30.
Sijabat, V. P., Aritonang, Z. R., Aritonang, L. M., & Tarigan, A. C. (2024). Analisis perbedaan unsur penyalahgunaan kewenangan dalam Undang-Undang Tipikor dan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(7), 116-191.
Syarif, V. G. (2021). Regulation tax criminal ofaction against corporation in the development context of tax criminal delict in Indonesia. IBLAM College of Law, 153-162.
Thomas, N. (2024). Penerapan hukum pidana sebagai ultimum remedium pada kasus perpajakan pasca Undang-Undang No. 7 Tahun 2021. Dinamika Hukum, 15(2), 411-442.
Yulia, R., & Widagdo, D. A. (2024). Penyalahgunaan wewenang: Perspektif hukum administrasi dan viktimologi. KNAPHTN, 2(1), 243-264.
Yumanto, B., & Hutauruk, P. A. S. (2022). Ultimum remedium dalam hukum pidana pajak. Scientax, 4(1), 107-1
Published
2026-09-26
How to Cite
Lolong, F., Mandagi, T. J., & Frans, M. P. (2026). FROM MALADMINISTRATION TO OFFICIAL MISCONDUCT: DEFINING THE BOUNDARIES OF CRIMINAL LIABILITY OF TAX OFFICIALS IN TAX ADMINISTRATION. Awang Long Law Review, 9(1). https://doi.org/10.56301/awl.v9i1.2339