LEGAL IMPLICATIONS OF ENVIRONMENTAL LAW ENFORCEMENT IN THE MORTAR INDUSTRY
Abstract
The increase in manufacturing industry activities significantly contributes to national economic growth, but on the other hand, it has the potential to cause environmental problems due to suboptimal waste management. This research aims to analyze the legal implications of waste management and the effectiveness of environmental law enforcement at PT Sigma Kartika Beton Bogor based on Law Number 32 of 2009 concerning the Protection and Management of the Environment. The research uses a normative juridical method supported by empirical data with legislative, conceptual, and case study approaches. Data were obtained thru literature study, interviews, field observations, and company document reviews. The research results indicate a gap between legal norms and the implementation of waste management in the field, where concrete waste is still viewed as an operational burden rather than as part of environmental compliance obligations. Based on the Zero Waste Hierarchy approach, the waste management practices implemented by the company tend to be oriented toward fulfilling administrative obligations to avoid sanctions, and do not yet fully reflect the internalization of environmental sustainability principles. Laboratory findings indicate a non-compliance with environmental quality standards, marked by a groundwater pH value of 6.35 and a lead (Pb) concentration of 0.07 mg/L, which exceeds the established threshold. This study concludes that the application of legal instruments such as strict liability, administrative sanctions, and corporate criminal liability are important mechanisms to enhance corporate compliance and ensure environmental protection and sustainability.
Downloads
References
Absori. (2022). Hukum lingkungan berbasis risiko: Paradigma baru hukum lingkungan pasca UU Cipta Kerja. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Amsari, F. (2021). Perubahan paradigma izin lingkungan dalam UU Cipta Kerja. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 7(2), 205-218.
Hardjasoemantri, K. (2000). Hukum tata lingkungan (Ed. 7, Cet. 17). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Herlina, N. (2017). Permasalahan lingkungan hidup dan penegakkan hukum lingkungan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Galuh Justiti, 3(2), 1-15.
Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059.
Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 864.
Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 350.
Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6831.
Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6856.
Kabupaten Bogor. (2016). Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2016 Nomor 6.
Marzuki, P. M. (2022). Penelitian hukum: Edisi revisi. Jakarta: Kencana.
Muadifah, A. (2019). Pengendalian pencemaran lingkungan (Ed. 1). Malang: Media Nusa Creative Publishing.
PT. Sigma Kartika Beton. (2024). Dokumen upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL) industri mortar. Gunung Sindur: PT. Sigma Kartika Beton.
Rahardjo, S. (2006). Ilmu hukum (Cet. 6). Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Rangkuti, S. S. (2010). Hukum lingkungan dan kebijaksanaan lingkungan nasional (Cet. 4). Surabaya: Airlangga University Press.
Reza, M. R. (2020). Hukum lingkungan sirkular dan pengelolaan limbah industri. Yogyakarta: Pustaka Yustisia.
Sasongko, W. (2011). Ketentuan pidana dalam hukum lingkungan Indonesia. Bandung: Mandar Maju.
Setiawan, B. (2021). Model pengelolaan limbah mortar berbasis zero waste hierarchy. Jurnal Teknologi Industri, 6(2), 70-83.
Silalahi, D. (2001). Hukum lingkungan dalam sistem penegakan hukum lingkungan Indonesia (Ed. 3). Bandung: Alumni.
Soekanto, S. (2024). Pengantar penelitian hukum. Jakarta: UI Press.
Syahrum, M. (2022). Pengantar metodologi penelitian hukum (Kajian penelitian normatif, empiris, penulisan proposal, laporan skripsi dan tesis) (Ed. 1). Riau: Dotplus Publisher.
Wibisana, A. G. (2017). Pertanggungjawaban mutlak (strict liability) dalam hukum lingkungan. Jurnal Hukum & Pembangunan, 47(1), 88–95.
Wibisana, A. G. (2021). The polluter pays principle: Tinjauan kritis dalam sistem hukum indonesia. Indonesian Journal of International Law, 18(3), 310-325.
Yusuf, A. M. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Jakarta: Kencana.
Zaman, A. U. (2015). A comprehensive review of the development of a zero waste management index. Journal of Cleaner Production, 91, 12–25.
Copyright (c) 2026 Suhendi, Agus Satory, Mahipal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




