THE REANALYSIS OF ONE-ROOF UNIFICATION OF INDONESIAN RELIGIOUS COURTS
Abstract
The one-roof unification of all judicial bodies under the Supreme Court is an improvement to the Indonesian judicial system. Since the beginning of independence, the constitutional mandate on independent judicial power has never realized, so judicial unification is an important moment in the Indonesia’s judicial history, especially for Religious Courts which has several different aspects from other courts. This study aims to reanalyze the one-roof unification of Indonesia’s Religious courts from the basic legal genealogy, socio-political historicity, and the independence of judicial power. This study is a literature review that uses a legal, historical, and conceptual approach by analyzing legal materials inductively and deductively, obtained through snowballing techniques. This study reached conclusions: First, the one-roof unification of Indonesian Religious Courts ended the dual leadership system inherited from the Dutch East Indies which adopted in various laws before; Second, the involvement of the Department of Religious Affairs and the Indonesian Ulama Council in the development of Indonesian Religious Courts as regulated by the 2004 Judicial Power Law is only a transitional legal product to apply the one-roof system; Third, even though the one-roof unification is aligned with the concept of structural, moral, and financial judiciary independence, it also has potential to threatening the substantial independence of Indonesian Religious Courts due to its Islamic characteristics and substantive law specificity.
Downloads
References
Aditia M. Yusup, Samsuddin, S., & Kasman Bakry. (2024). Eksistensi dan Dinamika Peradilan Agama di Indonesia: Peran, Tantangan, dan Perkembangannya dalam Sistem Hukum Nasional: The Existence and Dynamics of Religious Courts in Indonesia: Roles, Challenges, and Developments within the National Legal System. DIRASAH: Jurnal Kajian Islam, 1(2), 178–195. Retrieved from https://litera-academica.com/ojs/dirasah/article/view/29
Aluy, A. I., Maramis M., Gerungan C. A. (2025). Kelembagaan Kekuasaan Kehakiman Berdasarkan Sistem Peradilan Satu Atap Di Indonesia. Jurnal Lex Administratum 13 (3): 1-11. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/administratum/article/view/62948.
Aprillia, R. (2022). Urgensi Shared Responsibility System dalam Manajemen Hakim. Jurnal Konstitusi, 18(4), 939–962. https://doi.org/10.31078/jk18410
Aripin, J. (2009). Reformasi Hukum Dan Posisi Peradilan Agama Di Indonesia. Al-Qalam: Jurnal Kajian Keislaman 26 (1): 45-73. https://doi.org/10.32678/alqalam.v26i1.1513.
Arsyad, M. (2024). Implementasi Hukum Islam dalam Sistem Peradilan di Indonesia: Studi Kasus pada Peradilan Agama. Jurnal Tata Mana 5 (2), 264-270. https://doi.org/10.33648/jtm.v5i2.857
Arto, A. M. (2011). Peradilan Agama Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Perkembangan Pasca Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989. Disertasi, Program Doktor Ilmu Hukum, Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/9429/DISERTASI%2074.pdf.
Asni. (2021). Peradilan Agama Dan Dinamika Kontemporer. Sleman: Penerbit Deepublish. https://repositori.uin-alauddin.ac.id/23461/1/Peradilan%20Agama%20dan%20Dinamika_v.2.1_B5_Hj.%20Asni%20Lay%20Out.pdf
Bambang Suhendarto, Y. (2008). Kekuasaan Kehakiman Pasca Amandemen UUD 1945. Tesis, Program Magister Ilmu Hukum, Semarang: Universitas Diponegoro. https://eprints.undip.ac.id/17602/1/Yosaphat_Bambang_Suhendarto.pdf
Busthami, D. (2017). Kekuasaan Kehakiman Dalam Perspektif Negara Hukum Di Indonesia. Jurnal Masalah-Masalah Hukum 46 (4): 336-42. https://doi.org/10.14710/mmh.46.4.2017.336-342.
Butarbutar, E. N. (2010). Sistem Peradilan Satu Atap dan Perwujudan Negara Hukum RI Menurut UU No. 4 Tahun 2004. Jurnal Mimbar Hukum 22 (1): 188-198. https://doi.org/10.22146/jmh.16214.
Dewi, A. A. (2021). Peradilan Agama dalam Lintasan Sejarah Kajian Pengaruh Teori Pemberlakuan Hukum Islam terhadap Peradilan Islam Indonesia. Jurnal Surya Kencana Satu : Dinamika Masalah Hukum Dan Keadilan, 12(1), 12–30. https://doi.org/10.32493/jdmhkdmhk.v12i1.10204
Ervin Jr., Sam J. (1970). Separation of Powers: Judicial Independence. Law and Contemporary Problems 35 (1): 108-27. https://scholarship.law.duke.edu/lcp/vol35/iss1/8/
Fahmiron, F. (2016). Independensi Dan Akuntabilitas Hakim Dalam Penegakan Hukum Sebagai Wujud Independensi Dan Akuntabilitas Kekuasaan Kehakiman. Jurnal Litigasi 17 (2): 3467-516. https://doi.org/10.23969/litigasi.v17i2.158
Fasial, A. (2023). Hubungan Islam Dengan Sistem Peradilan Di Indonesia. Jurnal Warta Dharmawangsa 17 (2), 632-649. https://doi.org/10.46576/wdw.v17i2.3177
H. Biga, N. H. (2017). History of Renewal of Islamic Family Law in Indonesia. Al-Mizan (e-Journal) 13 (2): 185-203. https://doi.org/10.30603/am.v13i2.876.
Hadi, F. (2022). Negara Hukum Dan Hak Asasi Manusia Di Indonesia. Wijaya Putra Law Review 1 (2), 170-188. https://doi.org/10.38156/wplr.v1i2.79
Haikal, M. S., Amarini I. (2025). Independensi Peradilan: Studi Kritis Terhadap Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Yang Memberikan Putusan Dalam Kasus Ronald Tannur. Jurnal Serambi Hukum 18 (2), 206-214. https://www.journal.uniba.ac.id/index.php/SH/article/view/1324
Hamidi, Ahmad, Arif Zunzul M, Aulia Uzzaki, Hardivizon, Joni Zulhendra, R. Achri Subri, Rahmita, Riyan Permana Putra, dan Roni Pebrianto. (2022). Politik Hukum Islam Di Indonesia. Bengkulu: Adhra Grafika. https://scholar.uinib.ac.id/804/1/3-Politik%20hukum%20islam%20di%20Indonesia.pdf
Haris, N. A. S. H., Andri Tandripadang, & H.andri muhammad akmal. (2026). Pemikiran Imam Al-Mawardi Tentang Kekuasaan Kehakiman Perspektif Politik Hukum dan Relevansinya dalam Hukum Tata Negara Indonesia. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 7339–7349. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5228
Hartono, H., Muchammad Abdul Basir, Muh Din Syamsul Hadi, Febriana Nurhaliza, and Lailatul Maulidya Hanafi. (2024). Sejarah Dan Perkembangan Peradilan Islam Masa Kemerdekaan Sampai Reformasi, Al-Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam 2 (01): 43-51. https://doi.org/10.55799/alusroh.v2i01.498.
Hayati, D. K. (2021). Konsensus Setengah Hati: Perjalanan Peradilan Agama Menuju Sistem Satu Atap (1999-2004). Jurnal Hukum Lex Generalis 2 (2): 121-41. https://doi.org/10.56370/jhlg.v2i2.26
Herdawati, & Muannif Ridwan. (2022). Pengadilan Agama dan Kewenangannya. Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin, 2(2), 132–139. https://doi.org/10.58707/jipm.v2i2.188
Ibrahim, M. (2013). Peradilan Satu Atap ( The One Roof System) Di Indonesia Dan Pengaruhnya Terhadap Peradilan Agama. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum 47 (2): 647-73. https://doi.org/10.14421/ajish.v47i2.108
Ibrahim, M. (2015). Peradilan Agama Di Era Orde Baru Dan Reformasi Suatu Studi Perbandingan. Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum 4 (2): 303-44. https://doi.org/10.14421/sh.v4i2.1990.
Ibrahim, M., Tulus Warsito, Sidik Jatmiko, dan Ulung Pribadi. (2018). Penyatuatapan Sistem Pembinaan Peradilan Di Indonesia Era Reformasi Dan Pengaruhnya Terhadap Otoritas Peradilan Agama. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum 52 (2): 261-87. https://doi.org/10.14421/ajish.v52i2.500
Ilhami, H. (2018). Kontribusi Fatwa MUI No. 11 Tahun 2012 Tentang Anak Hasil Zina Dan Perlakuan Terhadapnya Dalam Hukum Keluarga Islam Di Indonesia, Jurnal Mimbar Hukum 30 (1): 1-16. https://doi.org/10.22146/jmh.29048
Ilmi, S., Kurniati, Misbahuddin. 2026. Redesain Peradilan Agama: Menilai Perkembangan dan Tantangan Era Modern. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 4 (3), 4721-4730. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6007.
Jailani, S. (2012). Independensi Kekuasaan Kehakiman Berdasar Undang-Undang Dasar 1945. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum 6 (3): 1-7. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v6no3.360.
Jamil, A. (2012). Konstruksi Hukum Acara Peradilan Agama Menuju Terwujudnya Putusan Yang Adil. Jurnal Media Hukum 16 (3): 548-71. https://doi.org/10.18196/jmh.v16i3.15377.
Jintang, A. (2023). Idealitas Konsep Kekuasaan Kehakiman Di Indonesia Untuk Mewujudkan Independence Of Judiary Secara Paripurna. Jurnal Hukum Peratun 6 (2): 140-66. https://doi.org/10.25216/peratun.622023.140-166
Kamaruddin, K. (2015). Diskursus Penyatuatapan Peradilan Agama Di Bawah Mahkamah Agung (Studi Hukum Responsif). Al-’Adl 8 (1): 56-72. https://doi.org/10.31332/aladl.v8i1.348.
Kartika, M. 2025. Pemerintah: Keterlibatan Eksekutif Susun Anggaran Lembaga Yudikatif Bukan Intervensi. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, diakses pada 17 Desember 2025. https://www.mkri.id/berita/pemerintah:-keterlibatan-eksekutif-susun-anggaran-lembaga-yudikatif-bukan-intervensi-24158
Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 1999 tentang Tim Kerja Terpadu Pengkajian Pelaksanaan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor X/MPR/1998 Berkaitan Dengan Pemisahan Yang Tegas Antar Fungsi-Fungsi Yudikatif Dari Eksekutif. https://peraturan.bpk.go.id/Details/55326/keppres-no-21-tahun-1999
Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 2004 tentang Pengalihan Organisasi, Administrasi, Dan Finansial Di Lingkungan Peradilan Umum Dan Peradilan Tata Usaha Negara, Dan Peradilan Agama Ke Mahkamah Agung. https://peraturan.bpk.go.id/Download/45024/KEPPRES%20No.21%20TH%202004.pdf
Lamijan, M. T. (2022). Kemandirian dan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Di Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum Indonesia (J-PeHI) 3 (01): 30-49. https://doi.org/10.61689/jpehi.v3i1.333
Lampiran Penjelasan Atas Undang-Undang Dasar Tahun 1945. https://jdih.kemenkeu.go.id/api/download/fulltext/1945/UUDTAHUN~1945UUDPenj.htm
Lampiran Penjelasan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor X/MPR/1998 Tahun 1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan Dalam Rangka Penyelamatan Dan Normalisasi Kehidupan Nasional Sebagai Haluan Negara. https://www.scribd.com/document/553627246/TAP-MPR-Np-X-1998
Latuconsina, A. K. (2015). Penyatuatapan Peradilan Agama (Suatu Perspektif Dinamika Sejarah). Tahkim: Jurnal Hukum Dan Syari’ah 11 (2): 20-33. https://doi.org/10.33477/thk.v11i2.15.
M. Wantu, F. (2009). Refleksi Atas Konsep Peradilan Satu Atap Menuju Pada Tujuan Kekuasaan Kehakiman Yang Mandiri, Jurnal Legalitas 2 (3): 1-11. https://doi.org/10.33756/jelta.v2i3.657
Matrais, S. (2009). Kemandirian Peradilan Agama Dalam Perspektif Undang-Undang Peradilan Agama. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 15 (1): 121-44. https://doi.org/10.20885/iustum.vol15.iss1.art6.
MD, M. M. (2011). Separation Of Power And Independence Of Constitutional Court In Indonesia. Presented paper at the 2nd Congress of the World Conference on Constitutional Justice. Hal. 1-21. https://www.venice.coe.int/wccj/rio/papers/ina_mahfud_e.pdf
MD, M. M. (2016). Politik Hukum Untuk Independensi Lembaga Peradilan. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 6 (9): 20-34. https://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/6934.
Mulyadi, Suhariyanto D., Hartana. (2025). Indonesia Tidak Menganut Trias Politica. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial 3 (2), 48-57. https://doi.org/10.5281/zenodo.16916609
Na’mah, U. (2018). Polemik Penyatuatapan Peradilan Agama Di Bawah Mahkamah Agung. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum 52 (1): 31-53. https://doi.org/10.14421/ajish.v52i1.309
Posner, E., G. Mitu Gulati, dan Stephen J. Choi. (2009). Are Judges Overpaid? A Skeptical Repsonse to the Judicial Salary Debate. Coase-Sandor Institute for Law & Economics Research Paper Series 460: 47-117. https://chicagounbound.uchicago.edu/law_and_economics/60/
Préfontaine, Q.C., Daniel C., Joanne L. (1998). The Rule Of Law And The Independence Of The Judiciary, Presented paper at the World Confrence On The Universal Declaration Of Human Rights 1998. Hal. 1-29. https://biblioteca.cejamericas.org/bitstream/handle/2015/987/rule-law-independence.pdf
Rahman, A., Sofyan, & Mulham Jaki Asti. (2022). Hakim Peradilan Agama: Refleksi Sistem Pengangkatan dan Pelaksana Kekuasaan Kehakiman di Indonesia. DIKTUM: Jurnal Syariah Dan Hukum, 20(1), 79–98. https://doi.org/10.35905/diktum.v20i1.2780
Rahman, M. G. (2015). Kompilasi Hukum Islam Sebagai Hukum Terapan Bagi Hakim Pengadilan Agama. Tahkim: Jurnal Hukum dan Syari’ah 11 (2): 66-88. https://doi.org/10.33477/thk.v11i2.18
Rahmi, D. (2014). Restrukturisasi Peradilan Agama Dalam Perspektif Kekuasaan Kehakiman Yang Merdeka. Banjarmasin: IAIN Antasari Press. https://idr.uin-antasari.ac.id/5237/1/Restrukturisasi%20Peradilan%20Agama%20Dalam%20Perspektif%20Kekuasaan%20Kehakiman%20Yang%20Merdeka.pdf
Rishan, I. (2019). Pelaksanaan Kebijakan Reformasi Peradilan Terhadap Pengelolaan Jabatan Hakim Setelah Perubahan Undang Undang Dasar 1945, Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 26 (2): 259-81. https://doi.org/10.20885/iustum.vol26.iss2.art3.
Rohman, M. M. R., & Naidarti. (2024). INDEPENDENSI KEKUASAAN KEHAKIMAN DALAM SISTEM TRIAS POLITICA DI INDONESIA. HUNILA : Jurnal Ilmu Hukum Dan Integrasi Peradilan, 2(2), 190–207. https://doi.org/10.53491/hunila.v2i2.975
Rositawati, D. (2020). Implikasi Sistem Satu Atap Terhadap Pembentukan Legislasi Bidang Hukum Dan Peradilan. Jentera: Jurnal Hukum 3 (2): 316-39. https://jurnal.jentera.ac.id/index.php/jentera/issue/view/5/5
Rumadan, I., Pria Pambudi Teguh, Zainal Arifin Hoesein, dan Arifudin. (2021). Budget Independence Of The Supreme Court In The Implementation Of The Functions Of Judicial Power. Jurnal Hukum dan Peradilan 10 (3): 421-442. https://doi.org/10.25216/jhp.10.3.2021.421-442
Sanusi, M. F., Mustakim R., Sukendar R., Kumbara, R., Abdillah T. M, Saepullah U., Jamarudin A. (2024). Lembaga Negara Yang Mengatur Hukum Keluarga Dan Berfungsi Sebagai Penyelesaian Sengketa Hukum Keluarga (Peradilan Agama). Qiyas: Jurnal Hukum Islam dan Peradilan 9 (1), 1-11. http://dx.doi.org/10.29300/qys.v9i1.2830
Sufiarina, S., Efa Laela Fakhirah. (2012). One Roof Judicial System In Indonesia. Indonesia Law Review 2 (3): 321-37. https://doi.org/10.15742/ilrev.v2n3.24
Suherman, A. (2019). Implementasi Independensi Hakim Dalam Pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman. SIGn Jurnal Hukum 1 (1), 42-51. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i1.29.
Suherman, S. (2017). Kedudukan Dan Kewenangan Peradilan Agama Di Indonesia. Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial 5 (09): 675-89. https://doi.org/10.30868/am.v5i09.189
Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. https://ppidkemkominfo.files.wordpress.com/2017/09/uud-1945-satunaskah.pdf
Undang-undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan- Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. https://peraturan.bpk.go.id/Download/36982/UU%20Nomor%2014%20Tahun%201970.pdf
Undang-undang Nomor 19 Tahun 1964 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. https://peraturan.bpk.go.id/Download/39618/UU%20Nomor%2019%20Tahun%201964.pdf
Undang-undang Nomor 35 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. https://peraturan.bpk.go.id/Download/33856/UU%20Nomor%2035%20Tahun%201999.pdf
Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. https://peraturan.bpk.go.id/Download/306788/UU%20Nomor%204%20Tahun%202004.pdf
Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. https://peraturan.bpk.go.id/Download/28122/UU%20Nomor%2048%20Tahun%202009.pdf
Undang-undang Nomor 7 Tahun 1947 tentang Susunan dan Kekuasaan Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung. https://peraturan.bpk.go.id/Download/14256/UU%20Nomor%207%20Tahun%201947.pdf
Viapiana, F. (2019). Funding the Judiciary: How Budgeting System Shapes Justice . A Comparative Analysis of Three Case Studies., International Journal for Court Administration 10 (1): 23-33. https://doi.org/10.18352/ijca.295
Waldron, J. (2013). Separation of Powers in Thought and Practice?. Boston College Law Review 54 (2): 433-68. https://bclawreview.bc.edu/articles/702
Warisni, R. (2021). Dinamika Eksistensi Peradilan Agama di Indonesia: Religious Courts. Jurnal At-Tadbir : Media Hukum Dan Pendidikan, 31(2), 153-160. https://doi.org/10.52030/attadbir.v31i2.104
Yasmin, A., Ramadhoifah, H. A., & Afifah, A. R. (2024). PERADILAN AGAMA SEBAGAI LEMBAGA PENEGAK HUKUM ISLAM DI INDONESIA. Sriwijaya Journal of Private Law, 1(1), 83–90. https://doi.org/10.28946/sjpl.v1i1.3373
Yunus, N. R., Asep Syarifuddin Hidayat. (2023). The Position Of The Religious Courts In The Judicial System In Indonesia. El-Siyasa: Journal Of Constitutional Law 1 (1): 26-48. https://doi.org/10.61341/elsiyasa/v1i1.004.
Zuhriah, E. (2009). One Roof System Lembaga Peradilan Agama Di Bawah Mahkamah Agung. De Jure: Jurnal Hukum dan Syari’ah 1 (2): 80-90. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v1i2.329
Copyright (c) 2026 Zidan Azkiya Sutrisno, Martoyo, Busriyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




