Netiket Bermakna di Media Sosial: Peningkatan Literasi Digital dan Etika Komunikasi Masyarakat di Malaysia

  • Farida Nurfalah University Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Indonesia
  • M. Nuruzzaman University Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Indonesia
  • Siti Khumayah University Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Indonesia
  • Zulkarnain Zaafar Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia
  • Mohd. Azuan Bin Mohd Alias Universiti Teknologi MARA, Shah Alam, Malaysia
Keywords: netiket, literasi digital, media sosial, etika komunikasi, masyarakat

Abstract

Perkembangan media sosial yang sangat pesat memberikan manfaat besar dalam komunikasi, penyebaran informasi, dan interaksi sosial. Namun demikian, tingginya intensitas penggunaan media sosial juga diikuti dengan meningkatnya penyebaran hoaks, perundungan siber, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap etika komunikasi digital (netiket). Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Netiket Bermakna di Media Sosial" yang bertujuan meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku masyarakat dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Education melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, diskusi interaktif, simulasi verifikasi informasi, serta evaluasi melalui wawancara dan observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya netiket, mampu melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya, lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di media sosial, serta memiliki komitmen untuk menerapkan etika komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Program juga meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga jejak digital, menghindari penyebaran hoaks, dan menghormati perbedaan pendapat di ruang digital. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya budaya komunikasi digital yang lebih sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahsan1, M. H., Ayub2, N., & Nur Shahirah Azman3. (2021). Digital Literacy in Malaysia: A Systematic Literature Review on Methodological Approaches. Malaysian Journal of Qualitative Research, Vol 7(1),(Vol 7(1), May 2021). https://www.researchgate.net/profile/Md-Hafizi-Ahsan/publication/354046728_Digital_Literacy_in_Malaysia_A_Systematic_Literature_Review_on_Methodological_Approaches/links/6120772b232f9558659da342/Digital-Literacy-in-Malaysia-A-Systematic-Literature-Review-
Azizah, S., Pt, S., Sos, M., & Commun, M. (2025). Pengembangan Masyarakat. Pengembangan Masyarakat Berbasis Digital, 54.
Dwivedi, Y. K., Kshetri, N., Hughes, L., Slade, E. L., Jeyaraj, A., Kar, A. K., Baabdullah, A. M., Koohang, A., Raghavan, V., Ahuja, M., Albanna, H., Albashrawi, M. A., Al-Busaidi, A. S., Balakrishnan, J., Barlette, Y., Basu, S., Bose, I., Brooks, L., Buhalis, D., … Wright, R. (2023). Opinion Paper: “So what if ChatGPT wrote it?” Multidisciplinary perspectives on opportunities, challenges and implications of generative conversational AI for research, practice and policy. International Journal of Information Management, 71, 102642. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2023.102642
Erliana, C. I., Muthmainnah, M., Ulya, A., Zulfia, A., Karima, A., & Ula, M. (2026). Strategi Pemberdayaan Pemuda dalam Edukasi Literasi Digital untuk Meningkatkan Ketahanan Masyarakat terhadap Penyebaran Berita Hoax. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 4(4), 1501–1510.
Kurniawan, S. (2025). Literasi digital untuk abad ke-21. Pustaka Aksara.
Lievrouw, L. A., & Livingstone, S. (2006). Introduction to the updated student edition. Handbook of New Media: Social Shaping and Social Consequences of ICTs, 1–14.
Noor Azli Affendy Lee, 2Farina Nozakiah Tazijan, 1Aileen Farida Mohd Adam, 3Ikhsanudin & 1Rofiza Aboo Bakar. (2025). Comparative analysis of digital literacy and 21st-century skills among university graduates in Malaysia and Indonesia: The role of collaboration, critical thinking, communication, and creativity. Https://Journal.Unisza.Edu.My/Jonus/Index.Php/Jonus/Article/View/852/509. https://journal.unisza.edu.my/jonus/index.php/jonus/article/view/852/509
Soler-Costa, R., Lafarga-Ostáriz, P., Mauri-Medrano, M., & Moreno-Guerrero, A.-J. (2021). Netiquette: Ethic, Education, and Behavior on Internet—A Systematic Literature Review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(3), 1212. Https://Doi.Org/10.3390/Ijerph18031212, 18(3), 121. https://www.mdpi.com/1660-4601/18/3/1212
Sulaiman, S., et al. (2024). Digital information literacy competencies in Malaysia. Environment-Behaviour.
Ulung, A. K., Munabari, F., Telussa, R. F., Ayu, A. M., Christina, C., Natrion, N., Kholiq, A., Saputro, P. B., & Sinaga, A. J. (2026). Optimalisasi Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial Melalui Edukasi Partisipatif di SMK Muhammadiyah 9 Jakarta. Jurnal Pustaka Dianmas, 6(1), 22–30.
Published
2026-06-30
How to Cite
Nurfalah, F., Nuruzzaman, M., Khumayah, S., Zaafar, Z., & Alias, M. A. B. M. (2026). Netiket Bermakna di Media Sosial: Peningkatan Literasi Digital dan Etika Komunikasi Masyarakat di Malaysia. Abdimas Awang Long, 9(2), 481-491. https://doi.org/10.56301/awal.v9i2.2383